Jumat, 25 Desember 2009

PENDIDIKAN DI IMANUEL HOMESCHOOLING SURABAYA

Sekolah merupakan bentuk pendidikan yang diselenggarakan di luar rumah. Lalu bagaimana dengan pendidikan anak berkebutuhan khusus yang harus menjalani pendidikan di rumah(Homeschooling)?

Pendidikan rumah(Homeschooling) merupakan pendidikan alternatif bagi anak-anak berkebutuhan khusus dimana mereka tidak dapat mengikuti pendidikan secara reguler. Namun demikian, materi pendidikan (kurikulum) yang diberikan kepada mereka tetap sama dengan anak-anak normal pada sekolah-sekolah reguler pada umumnya.

Memang benar, anak berkebutuhan khusus memerlukan pendidikan yang sama dengan anak-anak normal pada umumnya. Dengan adanya program pendidikan Homeschooling ini, diharapkan anak-anak berkebutuhan khusus dapat memperoleh pendidikan yang lebih maksimal lagi. Memang semuanya tidak dapat berubah seketika, sebab segala sesuatunya membutuhkan proses dan waktu.

Banyak orang tua yang berpengharapan bahwa anaknya segera dapat menjadi baik jika mengikuti program pendidikan Homeschooling. Jika guru/pendidik telah memberikan yang terbaik bagi sang anak, lalu bagaimana dengan perananan keluarga anak berkebutuhan khusus tersebut untuk menunjang keberhasilan program Homeschooling bagi anak mereka?

Dalam program Homeschooling, guru bukanlah faktor penentu utama bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Guru hanya membantu proses pendidikan anak-anak tersebut, sementara peran keluargalah yang paling penting dalam pendidikan anak-anak seperti mereka. Mengapa? Karena waktu yang dibutuhkan seorang guru maksimal hanyalah 3-4 jam per hati, sedangkan waktu terbanyak dihabiskan oleh sang anak bersama keluarga. Jadi di sini terlihat peran penting keluarga dalam menunjang keberhasilan pendidikan sang anak.

Jika anak mengalami kemajuan sedikit, baik dalam hal akademik maupun perilaku, banyak orang tua menganggap hal itu belum suatu kemajuan. Sekecil apapun tingkat kemajuan anak-anak berkebutuhan khusus harus kita syukuri. Karena mereka pun sebenarnya sudah berusaha mengubah diri mereka menjadi lebih maju. Misalnya saja: dulunya mereka belum mengenal angka dan huruf, kini mereka mulai dapat mengenal angka dan huruf meskipun belum maksimal; atau yang dulunya sang anak sangat sulit merespons kehadiran orang lain, kini anak mulai dapat menunjukkan penolakan terhadap orang yang tidak dia sukai. Hal ini menunjukkan perbaikan perilaku. Meskipun sedikit tetapi ini merupakan hal yang sangat positif. Inilah yang terkadang dilupakan oleh orang tua.

Belum lagi masalah makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak berkebutuhan khusus.
Terkadang orang tua merasa kasihan jika anak dilarang makan ini atau makan itu, sehingga mereka membiarkan saja anak-anaknya mengkonsumsi makanan yang seharusnya tidak boleh dimakan. Peran orang tua sangat penting disini. Jika orang tua menginginkan hal yang terbaik bagi pertumbuhan dan kemajuan sang anak, jangan melanggar segala bentuk pantangan yang harus dihindari. Sedini mungkin kita harus menjaga. Mengapa? Karena dengan kita memberi makanan yang harus dihindari itu pada sang anak sama artinya kita memberikan racun kepada mereka.

Karena itulah pendidikan di Imanuel Homeschooling selalu menekankan pentingnya komunikasi dengan orang tua mengenai pendidikan dan hal-hal yang penting guna menunjang kemajuan perkembangan peserta didik. Meski terkadang para orang tua sulit menerima masukan dari para guru, akan tetapi komunitas Imanuel Homeschooling selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk anak didik maupun orang tua, sehingga apa yang menjadi target pendidikan bagi sang anak dapat tercapai.